Banyak makan sehingga terlalu kenyang dapat mengeraskan hati, melemahkan pemahaman, menguatkan nafsu birahi dan meninggikan amarah. Sedangkan sedikit makan dapat melembutkan hati, menguatkan pemahaman, merendahkan nafsu birahi dan melemahkan nafsu amarah.
Rasulullah SAW telah bersabda, “Anak Adam tidak memenuhi tempat yang lebih buruk daripada ia memenuhi perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap saja untuk menguatkan tulang-tulangnya. Jika tidak mungkin, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernafas”. (HR. Ahmad dan Turmidzi).
Setan lebih suka menggoda seseorang ketika sedang kenyang. Karena saat itu hati dan bhatin dalam keadaan letih dan ingin istirahat. Ketika sedang mengantuk dan lebih itu rayuan setan lebih mudah masuk kedalam bhatin kita, akhirnya melakukan sesuatu yang dilarang agama. Oleh sebab itu jangan makan terlalu berlebih-lebihan, karena yang berlebih-lebihan itu adalah saudaranya setan. Dalam sebuah riwayat disebutkan “ Sempitkan jalan-jalan setan dengan berpuasa”.
Contoh yang paling terbaik adalah Rasulullah SAW, karena baginda makan ketika perut tidak terlalu lapar dan berhenti ketika perut tidak terlalu kenyang. Bahkan baginda lebih banyak berpuasa. Baginda melakukan sesuatu dalam bentuk yang sederhana, tidak berlebih-lebihan sehingga menimbulkan kemudaratan.
Ibrahim bin Adam berkata, “ Barang siapa mampu mengendalikan perutnya, maka ia mampu memelihara agamanya, dan barang siapa yang mampu menguasai rasa laparnya, maka ia mampu menguasai akhlak yang baik, sebab maksiat kepada Allah itu terhindar dari orang yang lapar dan dekat kepada orang yang kenyang.”
***